Selasa, 06 Maret 2012

BOLEHKAH AKU MENCINTAINYA


Namaku Glory Dea Angelica patricia aku biasa di panggil Dea oleh teman – teman padahal nama panggilan ku dirumah adalah Glory. Saat aku berjalan di depan pintu gerbang sekolah sambil menunggu jemputan dan kemudian bersandar di tiang halte depan sekolah sambil ku goyang goyangkan kaki ku dan sesekali ku kibaskan ditelinga rambut panjang lurusku yang indah sebenarnya aku akan lebih cantik bila rambut ku dikerinting gantung. :D
Tersentak ku dari lamunan ku yang sembari tadi tertunduk saat ada seorang lelaki bertanya
denganku
“ permisi de” ucap lelaki itu “iya kak “ jawab ku. Kamu tau siswa kelas X A1 yang namanya Glory gak?” aku kaget karena aku tak pernah kenal dengan cowok ganteng putih tinggi hidung mancung gayanya keren banget pokoknya ngiler deh lihatnya kalau dibandingin sama artis itu seperti Yun Bin..  “halloo .. De panggilnya sambil menggoyang – goyangkan tangannya didepan wajahku, “iya,, iya,,, ucapku .. iya apa de tanyanya.. iya Glory itu saya sendiri kak.. ada apa yah? Apa sebelumnya saya pernah mengenal kakak? Tanya ku seperti orang ling lung.. ooh.. syukur deh kalau itu orangnya kamu de,, saya cuman mau bilang kamu harus pulang sama saya sekarang karena ada yang gawat dirumah kamu orang tua ade minta saya yang jemput.. maaf kak saya nggak kenal sama kakak dan mamah saya tidak ada mengirim pesan (sms) ke nomor handphone saya bahwa saya dijemput oleh orang lain. Jawabku walaupun sang kakak ini ganteng bagaikan malaikat dan tanpa cela sedikitpun tampilannya tapi aku tidak terpengaruh karena sekarangkan lagi marak-maraknya tuh modus – modus penipuan dan penjualan gadis dibawah umur. Sepertinya kakak itu sudah tidak sabar ditambah hari yang sangat panas di menarikku ke halte sementara orang-orang sudah pada sepi ,, sedikit menekan dilengan ku tangannya yang keras membuatku terdiam apa lagi wajahnya yang semakin dekat kamu tahu apa yang diucapkannya.. oh no.. “ heh ade kecil kamu tahu panas matahari barusan membuat kulitku terbakar , cepat naik kemobil dan tanpa bertanya” aku hanya melongo dan cemberut  :P bagaimana tidak wajahnya yang ganteng berubah jadi banteng liar buruk rupa.. aku marah karena aku tidak suka diperlakukan seperti itu “ya sudah kalau kamu keberatan jemput aku dan kulit buatan mu yang putih nya tidak alami itu rusak kamu pulang saja sekarang” sambil mendorongnya dia terperangah dan dengan sedikit mengancam dan sambil mengajukan telunjuk kananku kedepan hidungnya dan menekannya sedikit “jangan mengejar ku apalagi memaksa untuk masuk kemobilmu” ucapku,, aku pun berjalan dengan tergesa-gesa dia hanya diam kemudian mengejarku sementara aku sudah didepan rumah Roy sahabat dari kecilku  yang rumahnya berada dekat dengan sekolah kami. “Roooooyyy aku bawa sepeda mu” teriak ku dari luar sembari menaiki sepeda Roy .. aku memang sudah biasa begitu dengan roy apalagi kalau aku tidak dijemput biasanya Roy bertanya dulu kenapa aku tidak di jemput tapi berhubung aku di kejar monster ganteng jadinya tanpa bicara lagi kukayuh sepeda dengan kuat.. lega rasanya saat aku menoleh kebelakang kakak jelek itu tidak ada.. dengan santai aku bersepeda tapi tiba,,, criiiiiiiiiiiiiiittttt,, bunyi ban mobil berdecit dan berhenti tepat didepanku lagi-lagi makhluk asing luar angkasa itu yang muncul di depanku,,sebelum dia menangkap ku sudah ku belokkan sepedaku dan melaju terus sampai tiba di depan rumah betapa kagetnya aku saat kulihat banyak koper dan kardus barang yang sudah di kepak dan kulihat di kursi ruang tamu mama menangis dan papah marah-marah aku bingung dan ketakutan apakah papah baru di usir karena tagihan rentenir atau papah kalah main judi karena papah suka begitu atau karena papah menghancurkan peralatan di bar lagi,, makhluk luar angkasa yang sedari tadi mengikuti ku pun masuk dan langsung memeluk mamah,, sontak dahi ku berkerut dan “hey kau….. ,, siapa yang mengijinkan kamu  untuk memeluk ibu ku dengan semaumu tanpa bertanya”????????ucapku, dia hanya diam tapi aku kaget saat ibu bilang kalau dia adalah verda anak ibu dengan pacar pertama ibu dulu sewaktu remaja ayah verda  yang telah mengkhianati ibu karena waktu muda dulu ibu pacaran dengan papah tapi ibu punya mantan yang masih mencintai ibu ,, ibu terus berhubungan dengannya hingga terciptalah verda sementara mantan ibu ternyata berkhianat sewaktu ibu menuntut pertanggung jawaban datang wanita lain yang menemui ibu dan mengaku sebagai istri dari mantan ibu ,, ibu hanya bisa menangis dan menyesali semuanya sementara  ayah yang sudah terlanjur mencintai ibu dan juga sahabat ibu pun yang akhirnya menikahi ibu aku terharu dengan kisah cinta ibu tapi aku benci perselingkuhan ibu tapi tak bisa aku salahkan ibu selingkuh karena sewaktu pacaran ayah mencintai gadis yang tidak mencintainya. Aku baru tahu cerita itu karena ibu baru saja menceritakannya, selama ini verda tinggal dengan papahnya karena istri papahnya (mantan mamah=om charles) tidak punya anak mamah dulu tidak mau memberikan verda tapi verda diculik om charles dan sekarank verda ada disini kembali ke ibu membuat papah sulit menerima keadaan karena papah takut mamah kembali dengan om charles karena ternyata dulu om charles merelakan mamah dengan papah karena om charles sahabat yang sangat menyayangi papah tapi papah tidak tahu kalau mamah dan om charles saling mencintai karena keadaan waktu itu tidak memungkinkan yang papah tahu tante Resta (istri om charles) satu – satunya wanita yang dekat dengan om charles.. semuanya telah terjadi papah hanya bisa myesali ketidak tahuannya selama itu.Aku terdiam kaku kakiku hampir tak bergerak tanpa sadar aku jatuh pingsan. Saat aku sadar aku sudah terbaring di atas kasur empuk ku dan kubuka mata ada seutas senyum indah dan itu adalah senyum verda makhluk asing yang kasar dan tidak aku suka. “Bagaimana perasaan mu sekarang de” tanya nya aku hanya diam dan saat aku mau duduk kepala ku terasa sangat berat dan sakit pandangan ku kabur aku terbaring lagi kulihat verda sibuk dan memberiku segelas air setelah kuteguk air itu baru aku merasa nyaman..” legakan ,, itu adalah air ketulusan” ucapnya.. twing pikirku apa sih yang diucapin barusan aku gak ngerti,, hehehe 

Sejak kedatangan verda rumah terasa sepi papah jarang bikin masalah biasanya hampir setiap sabtu malam aku menjemput papah di club – club malam begitu juga mamah sibuk dengan arisan dan hangout dengan teman-temannya hanya aku yang normal dirumah. Siang itu aku pulang kerumah diantar oleh Roy dan ferdy mereka langsung pulang karena Roy main kerumah ferdy saat aku mau masuk kekamar kulihat pintu kamar verda terbuka dan tidak seperti biasanya aku mendengar suara tangisan otak ku langsung berputar apakah mungkin verda membawa orang lain,, saat ku jenguk kulihat verda sedang bertelponan kalimat yang diucapkannya “iya verda tau kok kalau kehadiran verda tidak di inginkan tapi apa itu salah verda” dan kulihat dilemparkannya handphone itu kedinding aku kaget verda terlihat duduk tak berdaya disamping tempat tidurnya, verda yang selama ini aku lihat penuh senyum jahil dan kasar ternyata serapuh itu aku masuk dan mendatangi verda aku pikir bila dia marah aku akan kabur tapi verda tidak marah dan tetap tertunduk dan terus menangis tak tega aku melihatnya ku peluk verda itu adalah pertama kalinya aku memeluk seorang lelaki verda terus menangis kata kata yang diucapkannya selalu kenapa aku yang disalahkan, apa salahku, aku ingin mereka tersenyum untuk ku,, aku hanya terdiam sambil mengusap air mata verda.. 1 kalimat yang aku ucapkan sebelum verda tertidur dalam pelukan ku adalah “verda sabar yah semua akan indah pada waktunya”. Verda tersenyum dan memelukku lebih erat lama kami terdiam dan kulihat tak ada air mata yang mengalir lagi ku belai rambut verda hingga iya tertidur. Saat dia tidur aku jadi salah tingkah harus aku apakan dia  tanpa pikir panjang ku ambil bantal yang ada diatas tempat tidurnya yang sedari tadi ada di dekat kepalaku ku baringkan verda dan aku pun keluar. Sampai dikamar aku langsung menelpon Roy dan kuajak mereka jalan – jalan karena hari memang sudah sore saatnya untuk bersantai ria kami bertiga aku Roy dan ferdy ke taman kota disana mereka main skateboard sementara aku hanya main gitar sambil melihat mereka memainkan papan skate mereka, tiba- tiba ada seorang cewek modis tapi norak dan terlihat lebih kecil dari ku menghampiri ku dengan wajah belagunya aku santai dan cuek mungkin bukan aku yang dituju tapi ternyata aku salah dia mengajakku bicara dan seperti mengancam “kamu dekat sama Edho kan”, katanya.. “edho mana?” aku balik nanya karena aku memang tidak tahu ternyata edho yang dimaksud adalah edho teman ku didunia maya yaitu disalah satu jejaring sosial, “mulai sekarang kamu jangan sok kecentilan yah” katanya aku bingung dan aku bertanya “maksud mba ini apa yah???”  dia sepertinya marah melihat ekspresi ku ditariknya lengan ku orang – orang langsung banyak yang melihat kearahku aku malu dia berhenti didepan seorang cowok dan cewek yang duduk dikursi dekat tempat main Roy dan ferdy mereka sontak memandang kearahku dan cewek itu langsung menghina ku “ bebh ini kan cewek yang selalu menggoda pacar kamu ucapnya pada cewek yang dengan cowok itu. “Mulai sekarang dia gak akan ganggu kamu dan pacar kamu lagi bebh. Dasar cewek murahan” ucapnya ,, oh no.. dengan wajah santai aku bicara walaupun semua mata yang ada disitu mengarah kepadaku “maaf yah kalian sepertinya salah orang aku tidak kenal tuh sama kalian dan kamu cewek norak aku maafin karena ketidak tahuan mu tapi nanti kamu berurusan dengan pengacara ku saja yah” dengan santai aku melangkah tapi langkah ku terhenti karena cewek yang satunya tadi mendorongku dari belakang “dasar cewek murahan ucapnya sudah merebut cowok orang belagu lagi”. Aku sudah tidak tahan lagi dengan tuduhan mereka ku layangkan pukulan tangan kiri ku ke wajah cewek itu dan PPLaKKK.. berdarahlah bibir cewek itu pipinya terlihat lebih merah dari pada blash on yang di gunakannya lagi cowoknya yang bernama Edho itu spertinya mau membela dan beralih mau memukul aku tapi tiba – tiba ada tangan yang menahannya dan tangan itu kemudian mendekapku ternyata itu verda “ jangan pernah sedikit pun tangan kotor mu menyentuhnya  bila kamu sayang nyawa mu”ucap verda, ooh my God dalam hatiku kenapa makhluk asing ini ada disini.. sejak kejadian itu aku dan verda lebih akrab sementara kedua cewek itu akhirnya minta maaf denganku karena akhirnya dia sadar kalau Edho yang dipertahankanya itu seorang play boy sejak dia memergoki kelakuan edho, dan aku hanyalah korban alasannya sementara aku tidak tahu menahu tentang masalahnya. Verda selalu ada didekatku kami selalu bersama – sama hingga Roy dan ferdy marah dengan ku pagi itu di selasar sekolah ferdy nyeletuk “ sepeti nya ada yang lupa dengan kawan lama nih roy”? roy juga membalas “iya sob maklum ada yang baru” aku tahu mereka marah langsung ku gandeng tuh anak berdua “ santai bro ,, seperti nya ada sesuatu yang aneh dengan ku” mereka langsung diam dan memandangku aku meneruskan langkah ku dengan gerakan indah Roy berlari dan memeriksa kepala ku ferdy langsung mengguncang – guncangkan pundakku.” Hey sedang apa kalian?” tegur Lia teman sekelasku ,, “semakin hari semakin aneh” cibirnya. “Hummffhhh jauh - jauh menyakitkan mata melihat wajahmu” ucap Roy ke Lia,, “yyeee sewot aja” kata lia berlalu,,.

Pulang sekolah Roy mengajak ku kerumahnya kami langsung kekamar Roy aku kaget saat Roy bilang peluk aku.. ayo cepat ,, aku menurut saja aku pikir ada apa dengan roy saat aku memeluknya aku tidak merasakan apa –apa roy berbeda dengan verda aku sangat gugup dan takut roy langsung melepaskan pelukan, “ Dea apa pun itu aku siap jadi pacar mu jadi tempat kamu belajar pacaran atau apa tapi kamu jangan jatuh cinta dengan saudara mu sendiri itu tidak boleh” aku tersentak ternyata roy mengetahui perasaanku “dari mana kamu tahu Roy? “ tanya ku. Roy pun menjitak kepalaku “kamu pikir aku baru kenal kamu kemarin sore? Aku tidak setuju dea titik”. Ucapnya aku hanya manggut manggut karena aku memang sedang merasakan perasaan yang tidak wajar.
“Aku pulang” ucapku sambil berbalik tanpa berkomentar dengan apa yang dikhawatirkan Roy. Sampai dirumah aku langsung disambut oleh Verda dengan pelukan dan ciuman dikening ku aku jadi luluh dan tak melepas pelukanku sampai dia menggendong ku kemeja makan selalu seperti itu setiap hari verda seperti tidak sadar apa yang dilakukannya membuatku jatuh cinta kepadanya “makan yang banyak “ ucapnya selalu begitu..
Saat istirahat siang aku biasanya mengerjakan tugas ku dan biasanya ditemanin verda kami bercanda , tertawa dan belajar bersama setiap aku tidak bisa menjawab pertanyaannya dia selalu mengacak-ngacak rambutku dan mencubit pipi ku dan itu sakit loh aku sering marah karena aku tidak suka belajar. Siang itu kami belajar dan aku bisa menjawab pertanyaannya dia heran dan dia bilang akhirnya kamu pintar juga .. aku manggut sekarang aku yang nanya ucapku ,boleh jawabnya . kakak kalau aku jatuh cinta sama kakak boleh gak?,, verda terdiam dan tersenyum dengan ku diusapnya kepalaku dan diciumnya kening ku tapi tanpa menjawab dia langsung pergi aku heran ku panggil – panggil dia tidak menoleh sedikit pun aku langsung kecewa dan sakit hati, aku marah dan aku benci verda,, sejak aku menyatakan itu sikap verda berubah drastis dia tak lgi memelukku saat aku pulang, mencium keningku, belajar siang pun hanya soal-soal yang ditingalkannya di atas meja belajarku karena hati ku sangat dongkol sore sekitar pukul 4 aku jalan ke mall di mall ku lihat verda dengan cewek jalan mesra banget pegangan tangan dan tertawa bahagia aku cemburu ternyata verda punya pacar dengan nekat ku sapa verda dan ceweknya terus cewek itu bertanya aku siapa verda bilang ade aku, ceweknya bingung kamu tidak pernah bilang bebh selama ini kalau kamu punya saudara perempuan verda hanya mengangkat bahu dan mengusap kepalaku dan bilang Dea jangan jalan terlalu lama cepat pulang yah.. aku manggut-manggut verda seperti tidak perduli dengan perasaan yang pernah aku utarakan dengan hati yang sangat kesal aku langsung pulang kerumah Roy saat aku masuk kerumahnya suasananya sangat lengang ku panggil-pangil nama Roy yang keluar malah mang tukang kebun di rumah roy katanya roy sedang keluar aku makin dongkol ku telpon dan ku sms verda tetap tak ada respon darinya, sampai akhirnya aku menyerah dan ku patahkan hati ku untuknya lagi. Aku pulang dan terdiam dikamar malas makan aku hanya berusaha memainkan gitar dengan nada yang sangat amburadul aku benci dengan semua keadaan ini betapa sulitnya aku memiliki orang yang aku ingini apakah memang aku tidak diizinkan mencintainya.
sejak itu verda tidak pernah pulang lagi aku sudah terbiasa dan melupakan verda aku pun mulai berpacaran dengan kenalan teman cowokku yang lain akan tetapi aku tidak serius menjalani aku hanya main-main karena aku tidak merasa sesuatu yang spesial lagi dan sekolah hari ini aku merasa sangat tenang dan bahagia bercanda dengan teman- temanku di kantin. Setiba dirumah aku terkaget baru saja aku membuka pintu rumah sebuah pelukan langsung mendarat kepadaku dan itu adalah verda aku langsung melepaskan pelukan verda, “aku mengerti sikapmu de, aku pergi karena aku tak sanggup menerima kenyataan yang dulu bahwa kamu adalah saudara sedarahku tapi setelah aku mencari semua kejelasan ternyata aku bukan saudara sedarah mu de aku bahagia makanya aku pulang untuk mu lagi tapi mungkin kamu sudah membenci ku dan aku seperti nya sudah tidak bisa meyakinkan kamu untuk sebuah perasaanku ini. Aku terharu dengan ucapan verda tapi aku sudah terlanjur berlari kekamarku dan mamah pun mengejarku dan mamah berusaha menjelaskan bahwa dulu ternyata istri om charles tidak bisa mengandung makanya sperma om charles dan istri nya ditanam ditubuh mamah aku semakin terharu betapa baiknya mamah demi cintanya dan betapa sejatinya cinta papah yang mau menerima mamah tanpa dia tau kalau kandungan mamah dulu atas sebuah perjanjian,, ku peluk mamah dan aku bilang kemamah kalau aku mencintai verda boleh tidak? Mamah pun tersenyum dan mengiyakan aku langsung berlari dan mendatangi verda yang sedari tadi berdiri didepan pintu aku langsung memeluk verda dan verda pun tersenyum, verda bilang sekarang kita boleh saling mencintai De.
Aku senang ternyata aku diizinkan mencintainya…
penulis : Novita Rahman 6 maret 2012, palangkaraya..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar